Tuesday, September 18, 2018

Kenapa Dzikir Harus Bahasa Arab ?

       Mengapa Harus Bahasa Arab ?

 Bacaan al-Quran dan dzikir memang memakai bahasa arab sehingga tetap murni sebagaimana yang diajarkan Nabi Saw.
Namun kita juga di bolehkan berdoa dengan menggunakan bahasa apapun yang kita fahami,hanya saja yang lebih afdhal tetap dengan bahasa arab.Sebab faktanya Nabi saw berdzikir dan berdoa dengan bahasa arab dan juga mengajari para sahabat yang berasal dari luar arab seperti Salma al Farisi dari Persi,Bilal bin Rabah dari Afrika,dan lain lain berdzikir terutama shalat dengan bahasa arab.
Jika dikaitkan dengan pahala membaca Al-Quran maka yang berpahala adalah membaca sesuai bahasa aslinya.Jika membaca dalam bahasa Indonesia tetap mendapat pahala tapi berasal dari pahala memaknai Al-Quran.
Adapun dzikir tetap disunahkan menggunakan bahasa arab karena didalam dzikir kita tidak dituntut untuk mengetahui maknanya.Adapun doa diluar shalat kita boleh menggunakan bahasa Indonesia
Kenapa yang afdhal bahasa arab ? Karena doa yang paling afdhal adalah doa ma'surat atau doa yang diajarkan Nabi saw,dan semua doa ma'surat memakai bahasa Arab.
Jika kita menggunakan doa ma'surat insya Allah masih mendapat keberkahan karena lafadz tersebut keluar dari lisan Nabi saw.Kita memang bisa mengarang doa sendiri tapi lafadz yang keluar dari lisan Nabi Saw jauh lebih mulia meskipun kita tidak mengetahui maknanya.

No comments:

Post a Comment